

Badan Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (BPTSI) Universitas Nasional terus memperkuat sokongan teknis dalam kegiatan Pos Pendampingan Implementasi Outcome-Based Education (OBE) hari ketiga pada Rabu, 26 November 2025. Bertempat di Ruang Rapat Bersama Blok C Lantai 4, tim BPTSI fokus membedah dan menyelesaikan berbagai kendala spesifik yang ditemukan pada Aplikasi Portal OBE guna memastikan proses penginputan data akademik oleh dosen berjalan akurat.
Dalam sesi pendampingan ini, BPTSI mengidentifikasi beberapa poin krusial yang memerlukan penanganan sistemis. Salah satu fokus utama adalah kendala pengisian Sub-CPMK yang tidak muncul secara optimal pada beberapa mata kuliah umum (MKU), yang menghambat penentuan bobot penilaian. Selain itu, BPTSI mencermati isu penggandaan data (double input) pada mata kuliah tertentu, seperti pada Prodi Korea dan Sastra Jepang, di mana bobot Sub-CPMK terdeteksi melebihi 100%. Tim teknis BPTSI secara langsung melakukan penelusuran pada basis data untuk memastikan integritas format RPS digital tetap terjaga.
Melalui bimbingan teknis ini, BPTSI memberikan arahan kepada para dosen mengenai cara penyelarasan format RPS dari dokumen fisik ke aplikasi portal agar sinkron secara sistematis. Pendampingan ini merupakan wujud nyata responsivitas BPTSI dalam memfasilitasi transformasi kurikulum universitas yang kompleks. Dengan perbaikan yang terus dilakukan secara real-time, BPTSI berkomitmen untuk menghadirkan platform yang lebih stabil, transparan, dan memudahkan setiap tenaga pendidik dalam melakukan evaluasi pembelajaran berbasis capaian secara efektif.