
Badan Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (BPTSI) Universitas Nasional melakukan langkah strategis dalam pengamanan dokumen akademik melalui kerjasama dengan IDN Code terkait implementasi Sertifikat Dua Dimensi (2D Barcode/QR Code). Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan validitas dan autentikasi dokumen penting universitas, seperti ijazah dan sertifikat pelatihan, agar terhindar dari pemalsuan.
Dalam implementasi teknisnya, BPTSI akan mengintegrasikan teknologi dari IDN Code ke dalam sistem informasi Universitas Nasional. Sertifikat dua dimensi ini nantinya akan memuat data terenkripsi yang dapat dipindahkan atau dipindai secara cepat untuk memverifikasi keaslian dokumen secara real-time. Langkah ini merupakan bagian dari upaya BPTSI untuk memenuhi indikator Service dan Performance dalam penilaian mutu website unit kerja, yakni dengan menghadirkan layanan digital yang canggih dan terpercaya.


Kepala BPTSI menekankan bahwa penggunaan sertifikat dua dimensi ini akan memberikan kemudahan bagi para alumni maupun pihak luar dalam melakukan proses legalisir digital yang lebih praktis. Selain meningkatkan estetika dan modernitas dokumen, teknologi ini juga menjamin integrasi data yang lebih solid antara pangkalan data internal universitas dengan dokumen fisik yang dipegang oleh civitas akademika.
Melalui sinergi ini, BPTSI berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi teknologi yang tidak hanya memudahkan administrasi, tetapi juga memberikan perlindungan hukum dan keamanan data yang maksimal bagi seluruh seluruh civitas akademika Universitas Nasional.