

Badan Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (BPTSI) Universitas Nasional bersinergi dengan Badan Pengembangan Kurikulum (BPK) dalam menyelenggarakan Pos Pendampingan Implementasi Outcome-Based Education (OBE) hari kelima pada Jumat, 28 November 2025. Bertempat di Ruang Rapat Bersama, Blok C Lantai 4, BPTSI hadir untuk memberikan dukungan teknis langsung kepada para dosen dan perwakilan program studi guna memastikan transisi kurikulum ke sistem digital berjalan tanpa hambatan.
Dalam sesi pendampingan tersebut, tim BPTSI yang dipimpin oleh Kepala Bidang Inovasi dan Layanan Digital, Bapak Devfi Ibrahim Chadafi, S.Kom., M.Kom., bersama staf programmer, melakukan pendampingan intensif terkait penggunaan aplikasi OBE. Fokus utama BPTSI adalah mengidentifikasi dan memetakan kendala teknis yang dialami pengguna saat melakukan penginputan komponen krusial kurikulum, seperti Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), sub-CPMK, serta penentuan bobot dan teknik penilaian pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Masukan-masukan teknis yang dikumpulkan selama pendampingan ini menjadi dasar bagi BPTSI untuk melakukan perbaikan dan optimasi pada aplikasi OBE Universitas Nasional. BPTSI berkomitmen untuk segera menindaklanjuti catatan perbaikan tersebut agar sistem mampu mengakomodasi kebutuhan standar pedagogik dengan lebih presisi. Melalui dukungan infrastruktur IT yang andal, BPTSI berharap seluruh program studi dapat mengimplementasikan kurikulum OBE secara efektif, akurat, dan terstandarisasi sesuai dengan visi mutu universitas.