
Badan Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (BPTSI) Universitas Nasional terus menunjukkan konsistensinya dalam mengawal digitalisasi kurikulum melalui kegiatan Pos Pendampingan Implementasi Outcome-Based Education (OBE) hari keenam pada Senin, 1 Desember 2025. Bertempat di Ruang Rapat Bersama, Blok C Lantai 4, tim BPTSI kembali hadir untuk memberikan solusi teknis langsung terhadap beragam kendala yang dihadapi para dosen dalam mengoperasikan aplikasi portal OBE.
Dalam sesi pendampingan ini, BPTSI mencatat berbagai masukan spesifik dari para tenaga pendidik terkait alur penginputan data akademik. Fokus utama pendampingan kali ini adalah membantu dosen mengatasi hambatan dalam sinkronisasi instrumen penilaian serta penyusunan modul RPS digital agar sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. BPTSI menyadari bahwa pengalaman pengguna (user experience) di tingkat dosen sangat krusial agar data capaian pembelajaran yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tim teknis BPTSI, yang dipimpin oleh Kepala Bidang Inovasi dan Layanan Digital, Bapak Devfi Ibrahim Chadafi, S.Kom., M.Kom., secara aktif melakukan asistensi satu per satu kepada dosen yang hadir. Setiap kendala teknis yang ditemukan pada aplikasi didokumentasikan sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan sistem lebih lanjut. Sinergi antara BPTSI dan BPK ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem akademik digital yang stabil, memudahkan tugas administrasi dosen, dan mempercepat terwujudnya standar pendidikan berbasis capaian di seluruh lingkungan Universitas Nasional.

