


Badan Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (BPTSI) Universitas Nasional kembali menggelar rapat koordinasi bersama Badan Administrasi Keuangan (BAK) dan Bagian Pembukuan untuk membahas progres pengembangan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Perguruan Tinggi (SAKTI). Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan setiap fitur teknis yang dikembangkan mampu meminimalisir celah administratif dan meningkatkan akurasi pelaporan keuangan universitas.
Dalam rapat ini, BPTSI memaparkan tindak lanjut atas beberapa poin krusial yang menjadi kebutuhan BAK. Salah satu fokus utama adalah memastikan bahwa pengajuan dana, baik untuk kebutuhan barang, pegawai, maupun pajak, dilakukan secara terperinci per item dalam sistem. Hal ini mencakup mekanisme pengajuan kasbon yang kini diwajibkan menyertakan rincian jelas guna memudahkan proses audit dan pertanggungjawaban di Bagian Pembukuan.
Selain itu, BPTSI dan BAK menyepakati penguatan alur persetujuan (approval) anggaran di dalam aplikasi SAKTI. Setiap adanya penambahan anggaran di luar rencana awal wajib mendapatkan persetujuan digital dari Rektor dan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (Warek AK). Dengan fitur ini, pimpinan dapat langsung memantau laporan realisasi anggaran yang telah digunakan oleh setiap unit secara real-time. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital BPTSI dalam menghadirkan sistem keuangan yang transparan, terintegrasi, dan akuntabel bagi seluruh sivitas akademika.